Kamis, 28 April 2016

Apa Itu MikroTik

   MikroTik adalah suatu RouterOS (Router Operating System) yaitu sistem operasi atau softwareyang dapat digunakan menjadi komputer router network yang handal dengan berbagai fitur yang dibuat untuk mengatur ip network dan jaringan wireless.

    Mikrotik dibuat oleh MikroTikls sebuah perusahaan di kota Riga, Latvia. Bagi yang belum tau, Latvia adalah sebuah negara yang merupakan “pecahan” dari negara Uni Soviet dulunya atau Rusia sekarang ini. Dengan nama merek dagang Mikrotik mulai didirikan tahun 1995 yang pada awalnya ditujuka untuk perusahaan jasa layanan Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau wireless


1. Software
       ·  Router  OS yaitu  OS yang menjadikan Pc biasa menjadi Router ( X86, AMD, Dll )

2. Hardware
       ·         Wireless Router Board
       ·         Wireless Interface
       ·         Etherned Card. Dll


     Remote Mikrotik

  1. Winbox
  2. Webbox
  3. Telnet
  4.  SSH ( Secure Shell ) : Menggunakan aplikasi tambahan putty



     Fitur-Fitur Mikrotik

  1. IP Routing
  2. Interface
  3. Fire wall
  4. Bandwith Manangement
  5. service
  6. AAA ( Athorization And Accounting )
  7. Monitoring
  8. Diagnostic Tools and Scripting
  9. URRP ( Virtual Router Redudant Protocol )

PERINTAH MIKROTIK

  1. Tab
       
    Menampilkan perintah-perintah dasar mikrotik
  2. (?)
       Fungsinya sama dengan ( Tab ) Namun dilengakapi dengan sedikit penjelasan
  3. ( / )  
       Berfungsi untuk kembali keroot ( Admin @ mikrotik )
  4. ( . . ) 
        Berfungsi untuk naik  1 level keatas/sebelumnya ( Direktori )
  5. ( ..  .. )
         Berfungsi untuk naik  2 level keatas/sebelumnya ( Direktori )
  6. Command ( Enter ) 
       Untuk menjalankan perintah
  7.  / Command  
       Untuk menjalankan perintah pada Level  sebelumnya
  8. Panah atas/bawah  
       Untuk melihat riwayat perintah yang telah dilakukan
  9. Ctrl+I  
       Sama dengan fungsi Tab
  10. Ctrl+P
       Sama dengan panah atas
  11. Ctrl+C
       Menghentikan proses
  12. Ctrl+M
       Sama dengan tpmbol Enter
  13. Ctrl+N
       Menghapus baris perintah
  14. Ctrl+D
       Log out
  15. Perintah-perintah Dasar Mikrotik

·         Radius
·         Log
·         Quit
·         Certificate
·         Redo
·         Special Login
·         Interface
·         Driver
·         Ping
·         Setup
·         Password
·         Undo
·         Port
·         Import
·         Srimp
·         User
·         File
·         Quive
·         System
·         Ip
·         Tool
·         PPP
·         Routing
·         Isdn-Chamels
·         Export

 


  • Kelebihan Mikrotik :  
       Mikrotik
     memiliki sebuah Operating System bila tidak salah disebut dengan RouterOs .Mikrotik yang dibangun dengan Core LINUX, yang menyebabkan produk Router ini lebih murah dibanding dengan router lainnya seperti CiscoDari segi pengoprasiannya Mikrotik tergolong friendly dengan software winbox yang merupakan tempat setting administratornya.RouterOS Mikrotik juga dapat mendeteksi berbagai macam ethernet card (LAN CARD) dari berbagai vendor yang telah ada.

  • Kekurangan Mikrotik :

        Mikrotik
     mengeluarkan sertifikasi, namun sertifikasi tersebut masih kurang terkenal dibandingkan dengan vendor router yang lain seperti cisco yang sudah diakui secara international.
    Mungkin kurang bagus untuk menangani jaringan sekala yang besar karena dukungan hardwarenya yang kurang hebat seperti punya Cisco




Produk Mikrotik Router OS Routerboard Wireless Indoor Outdoor

  

   




macam produk Mikrotik Router:
  • Lisensi Mikrotik (tanpa DOM)
  • Lisensi Mikrotik (dengan DOM)
  • Upgrade Lisensi
  • Switch
  • Mikrotik RouterBoard (only)
  • Mikrotik Router Indoor
  • Mikrotik RouterBoard 2011
  • MikroBits Aneto NEW
  • MikroBits Ainos
  • MikroBits Celoica
  • MikroBits Dinara NEW
  • Router Ogma Connect
  • Wireless Outdoor 800
  • Wireless Indoor 800
  • Wireless Indoor 493
  • Wireless Outdoor 435
  • Wireless Outdoor 433
  • Wireless Indoor 433
  • Wireless Outdoor 411
  • Wireless Indoor 411
  • Wireless Outdoor 711
  • Groove
  • Metal
  • Embedded 2.4GHz
  • Embedded 5.xGHz
  • Interface
  • Outdoor Antenna
  • Indoor Antenna

Sejarah Mikrotik



     Pada artikel telah kami bahas tentang pengertian Mikrotik, secara sederhana pengertian mikrotik itu adalah sebuah sistem operasi untuk kebutuhan router yang diinstal pada komputer. Ada beberapa sistem operasi yang memiliki kegunaan sebagai router, salah satu sistem operasi router yang populer dan memiliki keunggulan pada kemudahan penggunaannya adalah Mikrotik RouterOS. Sebelum kita memulai belajar router berbasis Mikrotik ada baiknya kita mengetahui sejarah Mikrotik itu sendiri. Dan pada artikel kali ini kami akan fokus pada pembahasan mengenai sejarah perkembangan Mikrotik.

Sejarah Mikrotik
  Mikrotik pertama kali digagas pembuatannya pada tahun 1996 oleh dua orang hebat bernama John dan Arnis. Kedua orang ini berasal dari Negara Moldova tepatnya kota Riga, sebuah negara pecahan Uni Soviet. Kedua orang tersebut memulai sejarah Mikrotik dengan membangun sebuah perangkat hasil dari perpaduan antara 2 buah sistem operasi (Linux dan MS DOS) dan teknologi Wireless LAN atau WLAN Aeronet yang memiliki kecepatan 2Mbps.
Misi besar kedua orang tersebut mulai menemui titik terang setelah ada 5 konsumen di Latvia. Misi besar mereka adalah membuat suatu sistem operasi untuk router, bukan hanya membuat wireless ISP (WISP) seperti yang telah mereka lakukan pada awal sejarah mikrotik di atas. Lambat laut mimpi mereka terwujud dengan dibantu beberapa staf berjumlah 5-15 orang. Mereka mengembangkan OS Mikrotik untuk router tersebut menggunakan Linux, Linux dengan kernel 2.2 adalah yang mereka pergunakan pertama kali untuk membangun Mikrotik RouterOS. Dan hingga kini Mikrotik terus berkembang dan kepopulerannya ini dibuktikan dengan banyaknya pengguna sistem operasi router Mikrotik di beberapa negara berkembang di dunia. Sebagai informasi dan support mereka membuat portal resmi yang bisa diakses dengan alamat www.mikrotik.com.

Pembagian Level Mikrotik RouterOS

Mikrotik membagi routerOS mereka kepada beberapa level, yang masing-masing level memiliki kelebihan tersendiri, terutama pada sektor fitur. Untuk lebih jelasnya silahkan simak tabel level Mikrotik RouterOS di bawah ini:
Level number1 (DEMO)3 (ISP)4 (WISP)5 (WISPAP)6 (Controller)
Wireless Client and Bridgeyesyesyes
Wireless APyesyes
Synchronous interfacesyesyesyes
EoIP tunnels1unlimitedunlimitedunlimitedunlimited
PPPoE tunnels1200200500unlimited
PPTP tunnels1200200unlimitedunlimited
L2TP tunnels1200200unlimitedunlimited
VLAN interfaces1unlimitedunlimitedunlimitedunlimited
P2P firewall rules1unlimitedunlimitedunlimitedunlimited
NAT rules1unlimitedunlimitedunlimitedunlimited
HotSpot active users11200500unlimited
RADIUS clientyesyesyesyes
Queues1unlimitedunlimitedunlimitedunlimited
Web proxyyesyesyesyes
RIP, OSPF, BGP protocolsyesyesyesyes
Upgradeconfiguration erased on upgradeyesyesyesyes

Demikianlah ulasan singkat mengenai sejarah Mikrotik dan penjelasan tentang jenis-jenis level Mikrotik RouterOS. Kami sangat berharap informasi ini memberikan manfaat untuk kita semua.

Setting Mikrotik dengan WinBox

   Bagaimana setting miktoik Via Winbox ? Mungkin bagi yang sudah sering setting mikrotik atau setting router dengan linux mungkin sudah terbiasa dan mungkin cara ini sudah basi tapi ini sedikit tips bagi para newbie untuk setting mikrotik dengan dengan menggunakan via winbox.  Bagi yang belum punya winbox bisa download winbox terlebih dahulu sekalian juga download mikrotik OS nya. 

1. Jalankan winbox, sperti gambar dibawah ini, untuk RouterOS Mikrotik yang sudah dibeli biasanya IP : 192.168.88.1 namun jika menggunakan mikrotik yang digunakan adalah PC-Computer ip bisa tergantung dengan ip yang di setting. Klik MAC Address dan pasword kosong lalu klik connect.


2. Maka akan tampil winbox mikrotik, klik remove configurationt untuk setting mikrotik sesuai keinginannya, langkah yang pertama arahkan pada menu intercafe yang artinya lancard atau card yang tersedia dan sudah teristal pada mikrotik. interface1 untuk Modem intercafe2 untuk Lan. 



3. Bagaiman kelanjutanya untuk setting mikrotik ? untuk melanjutkan setting mikrotik via winbox langkah selanjutnya klik ip address, contoh 192.168.0.1/24 untuk Lan 192.168.1.2/24 untuk Modem. Seperti gambar dibawah ini.



4. Jika sudah selesai memberi ip addreess maka selanjutnya memberi ip route yang artinya ip route berfungsi sebagai IP Gatway Sumber internet, tentunya jika menggunakan speddy ip routenya 192.168.1.1.


5. Dst.Address berfungsi sebagai pembatas ip yang nantinya terhubung dengan jaringan tersebut atau biarkan saja agar semua ip bisa terhubung dengan RouterOS Mikrotik.


6. Kemudian untuk melanjutkan nya klik ip firewall.


7. Maka akan tampil pada winbox Nat Firewall Chain=srcnat Out.interface=Modem/lan yang mengarah ke modem.


8. Arahkan menu dan klik Action, pada menu Action pilih masquerade dan klik OK.

Untuk tes apakah berhasih setting mikrotik dengan winbox dengan cara ping 192.168.0.1(ip router gatway mikrotik) dan ping 192.168.1.1(ip gatway) jika reply from 192.168.1.1 maka setting sudah sukses..

Rabu, 20 April 2016

Setting Mikrotik Wireless Bridge



   Sering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge.  Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya.
Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing.
Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set.


 

Konfigurasi Pada Access Point
1. Buatlah sebuah interface bridge yang baru, berilah nama bridge1

 

2. Masukkan ethernet ke dalam interface bridge



3. Masukkan IP Address pada interface bridge1



4. Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu Wireless (1), pilihlah tab interface (2) lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (3). Pilihlah mode AP-bridge (4), tentukanlah ssid (5), band 2.4GHz-B/G (6), dan frekuensi yang akan digunakan (7). Jangan lupa mengaktifkan default authenticated (8) dan default forward (9). Lalu aktifkankanlah interface wireless (10) dan klik OK (11).





5. Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan. Bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah di atas, pilihlah tab WDS (1). Tentukanlah WDS Mode dynamic (2) dan pilihlah bridge interface untuk WDS ini (3). Lalu tekan tombol OK.



6. Langkah selanjutnya adalah menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu tekan OK.



7. Jika WDS telah ditambahkan, maka akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah.




Konfigurasi pada Wireless Station
Konfigurasi pada wireless station hampir sama dengan langkah-langkah di atas, kecuali pada langkah memasukkan IP Address dan konfigurasi wirelessnya. Pada konfigurasi station, mode yang digunakan adalah station-wds, frekuensi tidak perlu ditentukan, namun harus menentukan scan-list di mana frekuensi pada access point masuk dalam scan list ini. Misalnya pada access point kita menentukan frekuensi 2412, maka tuliskanlah scan-list 2400-2500.




Pengecekan link

Jika link wireless yang kita buat sudah bekerja dengan baik, maka pada menu wireless, akan muncul status R (lihat gambar di bawah).




Selain itu, mac-address dari wireless yang terkoneksi juga bisa dilihat pada jendela registration (lihat gambar di bawah).



Konfigurasi keamanan jaringan wireless
Pada Mikrotik, cara paling mudah untuk menjaga keamanan jaringan adalah dengan mendaftarkan mac-address wireless pasangan pada access list. Hal ini harus dilakukan pada sisi access point maupun pada sisi client. Jika penginputan access-list telah dilakukan, maka matikanlah fitur default authenticated pada wireless, maka wireless lain yang mac addressnya tidak terdaftar tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan kita.
Jika kita menginginkan fitur keamanan yang lebih baik, kita juga bisa menggunakan enkripsi baik WEP maupun WPA.